Evakuasi saat kebakaran di gedung bertingkat
Alat Pemadam Api Ringan
November 14, 2017
 

Evakuasi saat kebakaran di gedung bertingkat

Pengertian Prosedur Evakuasi Keadaan Darurat Kebakaran

Sebelum masuk pada penjelasan Prosedur Evakuasi Keadaan Darurat Kebakaran, sebaiknya kita perhatikan terlebih dahulu mengenai jenis-jenis Keadaan Darurat yang ada.

Keadaan darurat adalah kejadian/situasi/kondisi tidak normal yang terjadi secara tiba-tiba yang mengganggu aktifitas perorangan, kelompok, maupun lingkungan dan aktifitas tersebut harus ditanggulangi dengan segera. Keadaan darurat ini dapat berubah menjadi bencana yang mengakibatkan banyak korban dan kerusakan material.

Jenis Keadaan darurat Natural hazard (Bencana Alamiah) contohnya Banjir, Kekeringan, Angin topan, Badai, Gempa, Petir, Tsunami dan sebagainya.

Sedangkan Technological Hazard (Kegagalan Teknis) contohnya adalah Pemadaman listrik. Bendungan bobol, Kebocoran nuklir, Peristiwa Kebakaran/ledakan, Kecelakaan kerja/lalulintas.

Sedangkan jenis keadaan darurat lain yang diakibatkan oleh hubungan sosial manusia seperti huru hara perang, kerusuhan, demo anarkis dan sebagainya.

Namun yang kami bahas disini adalah bagaimana cara evakuasi saat terjadinya kebakaran di gedung bertingkat tempat anda bekerja atau tempat anda tinggal.

"Technological Hazard (Kegagalan Teknis) contohnya adalah Pemadaman listrik. Bendungan bobol, Kebocoran nuklir, Peristiwa Kebakaran/ledakan, Kecelakaan kerja/lalulintas..”

Cara evakuasi saat kebakaran di gedung bertingkat

Evakuasi di gedung bertingkat adalah penting. Alasannya sederhana: untuk menyelamatkan jiwa dengan aman. Supaya bisa melakukan evakuasi dengan aman, maka diperlukan latihan tanggap darurat gedung (sering disebut latihan evakuasi). Latihan ini selalu dikondisikan mendekati keadaan darurat yang sebenarnya.

Tujuannyaadalah untuk meningkatkan ketenangan ketika melakukan proses evakuasi pada saat kejadian yang sebenarnya, misalnya kejadian gempa bumi, atau kebakaran. Selain itu, kita menjadi lebih peduli dan sadar akan pentingnya kondisi tempat kerja, dan sekitar tempat kerja serta perilaku kerja yang aman, yang membuat kita dapat bekerja dengan aman (selamat) dan nyaman.

Berikut saya bagikan cara evakuasi di gedung bertingkat berdasarkan jenis keadaan daruratnya, dan sedikit tips evakuasi yang tidak kalah penting. Cara ini praktis digunakan saat latihan evakuasi, dan termasuk best practice mereka yang bekerja khususnya di industri migas dan berkantor di gedung bertingkat. Sumbernya dari prosedur evakuasi di gedung bertingkat yang telah dikembangkan dan safety briefing.


 
KEADAAN DARURAT: KEBAKARAN. Ditandai dengan bunyi alarm, dan pengumuman dari Gedung mengenai keadaan darurat kebakaran. Yang dilakukan adalah:

1. TETAP TENANG. Semakin kita tenang, semakin kita bisa berpikir dan tanggap. Mengikuti latihan tanggap darurat di tempat kerja masing-masing atau di fasilitas publik lainnya (atau bahkan di rumah), bisa membuat kita semakin tenang dan tahu apa yang harus dilakukan.

2. PADAMKAN API BILA TERLATIH. Bila melihat api, segera beritahu orang terdekat di sekitar anda. Dan apabila anda terlatih menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), maka raihlah APAR terdekat dan padamkan api tersebut. Mintalah orang lain yang terdekat dengan anda untuk menghubungi petugas sekuriti atau petugas tanggap darurat ketika anda memadamkan api. Bila tidak terlatih, segera beritahu orang terdekat di sekitar anda dan menjauhlah dari sumber api. Orang terdekat (yang terlatih), petugas sekuriti ataupun petugas tanggap darurat akan memadamkan api tersebut.

3. BERKUMPUL DI AREA LOBI LIFT LANTAI, dan tetaplah tenang.

4. TIDAK MENGGUNAKAN LIFT. Meskipun berkumpul di area lobi lift, anda DILARANG menggunakan lift. Perilaku berisiko apabila masih menggunakan lift saat kebakaran, saat gempa, atau saat gedung belum menyatakan lift aman untuk digunakan! Di gedung yang mengikuti standar keselamatan gedung bertingkat, lift orang tidak dioperasikan pada saat keadaan darurat. Lift barang –karena peruntukannya untuk barang–punya disain teknis yang lebih kuat. Saat keadaan darurat, hanya digunakan untuk mengevakuasi mereka yang mengalami gangguan kesehatan, ditemani oleh petugas evakuasi gedung dan lantai. Penggunaan lift barang berada di bawah pengawasan penuh tim tanggap darurat dari Gedung.

5. IKUTI PETUNJUK PETUGAS TANGGAP DARURAT. Nah, anda beruntung apabila saat keadaan darurat, ada petugas tanggap darurat lantai yang membimbing anda. Umumnya, mereka memakai rompi warna merah, hijau, atau band-aid berwarna di lengannya. Sangat mudah untuk dikenali dan dimintai bantuan. Petugas tidak akan mengijinkan kita untuk meninggalkan barisan di lobi lift sampai instruksi itu diberikan. Saat itu, petugas dan komandannya menunggu instruksi dari Gedung –apakah dilakukan evakuasi atau tetap di tempat.

6. EVAKUASI LEWAT TANGGA DARURAT. Pola barisan mengikuti besar ruangan tangga darurat, ada yang berbaris 2-2, ada yang cukup satu barisan. Ikuti saja instruksi Komandan tanggap darurat (floor warden). Pekerja/tamu perempuan di barisan paling depan, diikuti oleh pekerja laki-laki. Di barisan paling depan, ada petugas pemadam api (fire warden/fire suppressor) dan petugas kesehatan (first aider). Di barisan paling belakang, juga ada kedua petugas tersebut, plus Komandan petugas. Selama berbaris, TETAP TENANG.

7. BERJALAN TERTIB, TIDAK BERLARI. Ketika menuruni tangga darurat, berjalanlah menuruni tangga darurat dengan tertib, cepat, tapi tidak berlari. Perilaku anda yang tergesa-gesa, berteriak-teriak, dan menyusul orang di depan anda, dapat membuat panik orang lain. Yang dapat terjadi adalah tercipta kerumunan masal bergerak sangat cepat, yang saling berebut menuruni tangga darurat, saling mendorong, lalu ada yang terjatuh, lemas, dan terinjak-injak. Korban yang tercatat adalah sebagian besar berasal dari korban dari tangga darurat yang terinjak-injak dan lemas. Maka dari itu, TETAPLAH DI DALAM BARISAN, DAN IKUTI PETUGAS TANGGAP DARURAT.

8. BERJALAN MENUJU MUSTER POINT (TEMPAT BERKUMPUL). Ikuti saja orang yang berjalan di depan anda. dan petugas tanggap darurat. Tetaplah dalam barisan.

9. LAPORKAN DIRI ANDA PADA SAAT PENGHITUNGAN ORANG (HEAD COUNT). Petugas akan mengabsen nama-nama orang yang turun bersamanya. Gunanya adalah untuk memastikan tidak ada orang-orang yang tertinggal di gedung.

10.TETAP DI MUSTER POINT. Di muster point, petugas tanggap darurat menunggu instruksi dari petugas Gedung apakah Gedung telah aman atau masih berbahaya untuk dimasuki. Apabila dinyatakan telah aman, petugas akan mempersilahkan anda untuk kembali ke gedung.

PENTING:

• Di dalam proses evakuasi di atas, apabila mengalami gangguan kesehatan (keringat dingin, sesak napas, pusing, sakit kepala, mual, muntah), maka pisahkan diri dari barisan dan TENANGKAN DIRI ANDA. Panggillah petugas first aider atau orang terdekat di sekitar anda. Petugas first aider akan menenangkan anda. Anda tidak akan ditinggal oleh petugas.

• Bila menemukan ada orang yang pingsan, segera panggil petugas first aider atau petugas tanggap darurat lainnya. Ketiga petugas (first aider, fire suppressor, floor warden) memiliki keterampilan memadamkan api dan memberikan first aid. Namun, apabila anda terlatih untuk menolong orang yang pingsan, maka lakukan pertolongan pertama dan tetaplah tenang. Minta orang terdekat di sekitar anda untuk memanggil petugas tanggap darurat.

• Hindari membawa barang-barang yang bisa menghambat proses evakuasi diri anda DAN diri orang lain. Prioritas utama adalah jiwa, bukan materi. Di dalam proses evakuasi, kita diharapkan sekali untuk saling menjaga ketenangan dan membuat tenang orang lain. Bawaan barang yang besar bisa membuat orang lain tidak tenang karena proses menuruni tangga darurat menjadi lebih lama, belum lagi risiko tertimpa barang itu (bila barang tiba-tiba jatuh).

Kita tidak pernah menginginkan musibah kebakaran terjadi, namun paling tidak jika kita memahami Prosedur Evakuasi Keadaan Darurat Kebakaran maka kita akan bisa mengambil langkah-langkah dan keputusan yang tepat sesuai prosedur jika suatu saat terjadi kebakaran di lingkungan yang kita tinggali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*